MengenalTeknologi Nano (Part 2)

Konsep self-assembly (sistemdanalat yang mengembangkandirinyasendiriberdasarkanreaksikimiamaupuninteraksi yang lain antarkomponenberskalananojugamenjaditrenutamadalamnanoteknologi.
Istilah
“nanoteknologi” digulirkanpertama kali oleh Norio Taniguchi
dalampresentasikonferensitahun 1974-nya yang berjudul
“KonsepDasarNanoTeknologi”.Nanoteknologiberdampak di
bidangilmupengetahuandankerekayasaansertasetiapsisikehidupanmanusiasebagaimana
yang kitaketahuidalamdekadepertamaabad ke-21
ini.Banyak
yang percayananoteknologimampumenyembuhkansebagianbesarpenyakitmedispadamanusia.Memangaplikasisebagianbesarinovasi
di nanoteknologisaatinihanyabersifatspekulatifdanteoritis, tapisudahbanyakjuga
yang menjadiaplikasipraktis.Tabungnanokarbon, molekulkarbonberbentukpipa yang
berstrukturuniksertapunyasifat-sifat yang dimilikiaruslistrikadalahsalahsatucontohnya.Tabungnanokarbonsudahdiaplikasikanpadalayarberesolusitinggidanmemperkuatmateri-materi
di bidangindustri.
Jepangdan AS
merupakanduanegaraterdepandalamrisetnanoteknologi.PemerintahJepang,
melaluiFederasiOrganisasiEkonomiJepang, Kaidanren, membentuk Expert Group on
Nanotechnology sebagai motor penelitiannanoteknologi. AS
mulaiseriusmengembangkannanoteknologitahun 2000 danmendirikan National
Nanotechnology Initiative.Selainbadanpemerintahan,
perusahaanswastajugaseriusmengadakanrisetpengembangannanoteknologi.
IBM Zurich
Research Laboratory yang dipimpinolehPetterYettigerdanGerd Binning,
mengembangkaninstrumenpenyimpan data sebesarjarumnanodenganteknik scanning
tunneling microscope.Sehingga IBM mampumenyimpan 25 jutahalamanbukudalamalatpenyimpanan
yang ukurannyahanyasebesarperangko.Prototipealatpenyimpan data inidinamakan
Millipede.Intel Corporation pun mengembangkanprosesor yang
memilikikemampuansepuluh kali lipatdibanding Pentium 4.


0 komentar:
Posting Komentar